Berlin, Pertemuan anggota-anggota NATO pada kamis yang lalu telah membuat Pihak Rusia gusar. Pasalnya, Pertemuan NATO tersebut menghasilkan kesepahaman, bahwa Perancis, Inggris, dan beberapa negara anggota NATO lain meminta dengan tegas kepada Presiden Ghadafi untuk segera meninggalkan negara nya tersebut serta meletakkan tampuk kekuasaan kepada rakyat Libya. NATO juga berencana akan menambah rasio serangan udara mereka terhadap pasukan pro Ghadafi di Libya.
Reaksi keras Russia ini dilontarkan oleh Menteri Luar negeri Rusia, Sergei Larov pada hari jumat tanggal 15 April 2011 di kantornya.
Larov mengatakan, bahwa pernyataan yang disimpulkan dalam pertemuan NATO tersebut, dimana mereka menuntuk Ghadafi untuk meninggalkan kekuasaan nya itu tidak pernah berdasarkan mandat dari Dewan Keamanan PBB. Bahkan, dewan keamanan PBB pun tidak pernah mengeluarkan persetujuan atas penyerangan sekutu di Libya.
"Kami telah mendesak NATO untuk bertanggung jawab terhadap apa yang telah mereka lakukan di Libya, dan mematuhi segala mandat yang dikeluarkan dewan keamanan PBB." Kata Larov menanggapi pertemuan NATO kamis lalu.
Selain itu, Larov juga menyatakan bahwa Pemerintahnya telah mendengar perihal beberapa negara yang akan memberikan bantuan persenjataan kepada Kelompok pemberontak libya tersebut. "Ini adalah termasuk pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB!" ujar nya. Larov juga menegaskan bahwa Dewan Keamanan PBB tidak akan memperkenankan penggunaan kekuatan darat di Libya.
Ketika ditanyai bagaimana solusi yang ditawarkan oleh Rusia terhadap permasalahan Libya kali ini, Larov mengatakan bahwa Solusi terbaik nya adalah gencatan senjata. sebagaimana solusi yang juga dikemukakan oleh dewan Uni Afrika dan Liga Arab sebelumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar