Konferensi Liga Arab yang dilaksanakan di Kairo, Mesir pada hari kamis 14 April 2011 kemarin telah Memperbincangkan persoalan opsi politik dalam menuntaskan permasalahan kemanusiaan di Libya.
Pertemuan itu adalah termasuk dari serangkaian dialog-dialog politik dan inisiatif diplomatik yang dilakukan beberapa negara dan organisasi pemerintahan untuk memberikan solusi terbaik dalam permasalah Libya.
Dalam pertemuan tersebut, Sekjen Ban Ki Moon berharap, adanya inisiatif dari masyarakat Internasional untuk memberdayakan penduduk libya dalam memperbaiki masa depan negara mereka secara mandiri.
"Kami menuntut adanya sebuah proses politik dimana Rakyat Libya diberikan kebebasan dalam menentukan masa depan mereka sendiri, Proses ini juga dibarengi dengan legitimasi terhadap Aspirasi masyarakat libya untuk menuju Libya yang demokratis." kata Ban Ki Moon.
Ban ki Moon juga mengatakan, bahwa PBB telah mengirim perwakilannya ke Libya untuk menjadi penengah dari kedua belah pihak yang tengah berkonflik. Dengan harapan dapat membantu mempermudah kondisi di Libya. Mantan menteri Luar negeri Yordania Abdel illah Khatib ditunjuk sebagai perwakilan PBB ke Libya.
Sekretari Jenderal Liga Arab, Amr Moussa. mengatakan bahwa negara-negara arab saat ini tengah mengkhawatirkan kondisi masyarakat sipil Libya. Untuk itu, Liga Arab sangat menyetujui Resolusi PBB untuk menetapkan Zona Larangan Terbang di Libya.
Moussa juga mengatakan, bahwa upaya-upaya diplomatik saat ini tengah berfokus kepada proses gencatan senjata di Libya.
Kepala Kebijakan Luar negeri Uni Eropa, Catherine Ahton juga memiliki jawaban yang sama seperti Amr Moussa. Dia mengatakan bahwa tidak ada solusi militer yang akan ditetapkan di Libya. Semua permasalahan harus diselesaikan dengan gencatan senjata. Ashton juga menyatakan bahwa Uni Eropa telah siap dalam upaya-upaya operasi kemanusiaan di Libya, Jika PBB memintanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar