Jumlah Pengujung

Senin, 18 April 2011

Insiden Kekerasan dan aksi bunuh diri di Afghanistan masih berlanjut

Penyerangan dan aksi Bom bunuh diri tampaknya belum juga mereda di Afghanistan. tercatat sejak Jumat lalu, sedikitnya ada 5 kasus kekerasan di Afghanistan.

Insiden Bom bunuh diri pertama terjadi pada hari Jumat, tanggal 15 April 2011. Seorang Pria yang menyamar sebagai perwira polisi melakukan aksi bom bunuh diri dan menewaskan kepala Kepolisian di Kota Kandahar.

Insiden kekerasan selanjutnya terjadi pada hari sabtu tanggal 16 April 2011, seorang tentara Afghanistan menyerang Markas pasukan gabungan di kota Laghman Timur. penyerangan ini menewaskan lima orang pasukan NATO dan empat orang tentara Afghanistan.

Insiden lain terjadi pada hari senin tanggal 18 April 2011, Sebuah bom diletakkan di pinggir jalan di Provinsi Ghanzi Timur. Bom meledak di saat iring-iringan kendaraan kepolisian Afghanistan. Menewaskan lima orang anggota kepolisian Afghanistan.

Di hari yang sama, juga terjadi bentrok antara warga Charikar ibukota Provinsi Parwan dengan Pasukan Gabungan. Bentrok di latar belakangi protes warga terhadap penangkapan terhadap seorang ulama oleh pasukan NATO. Bentrokan ini telah menewaskan satu orang warga dan 10 orang lainnya luka-luka.

Sementara informasi yang terbaru yang saya dapat dari Reuters, terjadi masih pada hari senin tanggal 17 April 2011 kemarin. Seorang pria dengan berseragam militer secara membabi buta menyerang Kantor Departemen Pertahanan Afghanistan. Insiden penyerangan ini menewaskan dua orang dan melukai setidaknya tujuh orang lainnya. Pria berseragam Militer tersebut sempat hendak meledakkan diri nya dalam insiden, namun dia di bunuh tentara Afghanistan sebelum sempat menarik pemicu bom bunuh dirinya.

Seorang Juru bicara Taliban mengatakan pada media, bahwa mereka bertanggung jawab terhadap penyerangan di Departemen Pertahanan Afghanistan tersebut. Target operasi mereka sebenarnya adalah menewaskan Menteri Pertahanan Perancis Gerard Longuet. Karena pada waktu itu tersiar kabar Longuet akan berada di Kantor Departemen Pertahanan Afghanistan hari itu. Sementara para pejabat perancis mengatakan, bahwa Longuet tidak berada di tempat di saat insiden penyerangan tersebut.

Lima Insiden yang terjadi sejak hari Jumat lalu itu membuktikan bahwa keadaan Afghanistan saat ini masih mencekam. Pasukan Gabungan antara NATO dan tentara Afghanistan belum mampu untuk menstabilkan kondisi di Afghanistan dari tindak kekerasan dan aksi-aksi teror lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar