Beberapa saksi mengatakan bahwa telah terjadi serangkaian ledakan di Tripoli, Libya. Sesaat setelah beberapa pesawat NATO terbang rendah di kawasan itu pada kamis 14 April 2011.
Dilain pihak, Juru Bicara pemberontak mengatakan, bahwa sedikit nya ada 23 orang pengikut setia Ghadafi yang tewas pada serangan di kota Misrata, Kamis itu.
Sementara itu, Juru bicara kementrian luar negeri Amerika Serikat, menyatakan bahwa Amerika Serikat saat ini masih mempercayai kredibilitas NATO dalam pengamanan dan pengawasan zona terbang di Libya. Komentar ini di layangkan setelah Perancis meminta Amerika Serikat untuk segera melanjutkan serangan udaranya ke Libya.
Perancis membuat permintaan tersebut saat berlangsungnya pertemuan negara-negara anggota NATO di berlin, pada kamis kemarin. Namun melalui komandan NATO, Andress Fogh Rassmussen, NATO menyatakan bahwa saat ini Pasukan NATO masih memegang peranan operasional yang kuat di Libya. NATO juga masih perlu untuk memegang pengaruh utama nya dalam serangan udara di Libya.
Pada Konferensi berbeda, yang dilaksanakan di Kairo, Mesir. Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon mengatakan bahwa delegasi dari Arab, Afrika, dan Eropa telah mengadakan pertemuan dan pembicaraan bersama untuk menemukan "Solusi" bagi arah masa depan konflik di Libya tersebut.
Pembicaraan di Berlin dan Kairo ini terjadi sehari setelah Kelompok Internasional yang di beranggotakan delegasi Amerika Serikat, Eropa, dan Mitra Arab menyatakan bahwa mereka akan memberikan bantuan politik dan keuangan kepada Pihak oposisi Libya.
Di Brussels, Uni Eropa pada kamis kemarin mengumumkan bahwa Menteri Luar negeri Libya, Moussa Khoussa telah resmi dicabut sangksi terhadap dirinya. Ini merupakan program bantuan kepada beberapa tokoh politik di Libya untuk keluar dari dukungan kepada Pemerintahan Ghadafi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar