Jumlah Pengujung

Sabtu, 16 April 2011

Pasukan Ghadafi diduga menggunakan Bom Cluster dalam pertempuran

Organisasi pemerhati Hak-hak kemanusiaan yang berbasis di New York, Jumat 16 April 2011 yang lalu merilis sebuah laporan kepada Publik tentang adanya dugaan Pasukan Ghadafi mulai menggunakan Bom Cluster dalam pertempurannya. Laporan tersebut dirilis melalui situs web organisasi. Dalam Situs tersebut, mereka mengatakan bahwa Pasukan Pro Ghadafi telah menembakkan bom-bom cluster nya ke arah wilayah yang dihuni oleh banyak penduduk sipil. Organisasi Kemanusiaan New York ini mencatat temuan mereka di tiga titik di sekitar wilayah Misurata, Libya pada 14 April lalu.

Sebagaimana diketahui, Bom Cluster bersifat meledak di udara dan kemudian menyebar membentuk bom-bom submunisi dengan ukuran yang lebih kecil namun dengan daya ledak tinggi. Ini yang menyebabkan dampak dari Bom Cluster ini tidak terbatas. Karena sifatnya yang menghancurkan segala yang dilaluinya. Bahkan beberapa Submunisi yang gagal atau tidak meledak setelah jatuh ke darat, masih sangat berbahaya.

Penggunaan Bom Cluster ini sangat di tentang keras oleh Dunia Internasional. Konvensi yang melarang penggunaan Bom Cluster tersebut di adakan di Dublin, Irlandia pada tanggal 30 mei 2011. Kemudian baru ditandatangani di Oslo pada 3 Desember 2008. Perjanjian ini ditandangani oleh 100 negara. Namun tercatat, Amerika Serikat, Pakistan, Russia, RRC, Israel dan Brazil adalah negara yang tidak termasuk dalam penandatanganan perjanjian tersebut, Karena negara-negara ini adalah pemilik Bom Cluster terbanyak didunia.

Direktur Organisasi kemanusiaan New York tersebut, Steve Goose mengatakan bahwa Tindakan Pasukan Ghadafi ini sangat mengerikan. Karena sifatnya yang tidak pandang bulu dan menghancurkan segalanya. Di khawatirkan akan menyebabkan warga sipil ikut menjadi korban.

Namun, seorang Juru Bicara Pemerintah Libya, Mussa Ibrahim membantah tuduhan Organisasi Kemanusiaan tersebut kepada Pemerintahnya, "Kami sama sekali tidak pernah melakukan ini, bahkan kami tidak akan bisa untuk melakukannya. Kami menantang mereka untuk membuktikan tuduhan ini." Kata nya sembari menanggapi tuduhan tersebut.

Menteri Luar negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton memberi tanggapan kepada media bahwa dia tidak terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Ghadafi. Namun, dia mendapat laporan bahwa, keadaan di Misurata ternyata lebih buruk dari apa yang dibayangkan sebelumnya. Penyebab utamanya adalah wilayah misurata yang perkotaan, sehingga menimbulkan tantangan yang lebih bagi NATO dan Pasukan Pemberontak.

Seperti yang diketahui hingga hari ke 50 pertempuran, Kota terbesar ketiga di Libya ini telah mengalami kerusakan yang cukup parah. tercatat lebih dari 100 roket telah ditembakkan ke wilayah ini.

Menurut keterangan dari International Organization for Migration (IOM), mereka mencatat masih ada ribuan penduduk sipil yang terjebak dalam pertempuran di kota misrata, dan kondisi mereka sangat memprihatinkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar