Pidato Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton beberapa waktu yang lalu dalam pertemuan NATO di Berlin tampaknya membuat kuping ketua Parlemen Iran, Ali Larijani panas.
Pasalnya, Statement yang dikeluarkan Hillary Clinton dalam pidatonya sangat menyudutkan Posisi Iran dimata Timur tengah.
Dalam Pidatonya, Hillary mengatakan bahwa saat ini mereka melihat adanya upaya dari Iran untuk mengambil keuntungan dari peristiwa-peristiwa pemberontakan di Kawasan Timur Tengah akhir-akhir ini. Iran berusaha mengeksploitasi kerusuhan sehingga dianggap merusak perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur tengah.
"Kami ingin mereka (orang timur tengah) mengetahui alasan sebenarnya dari negara Iran, mereka bukan datang untuk membantu proses transisi demokrasi, namun lebih kepada upaya mengacaukan stabilitas keamanan negara-negara disana." Ujar Hillary Clinton dalam pidatonya.
Komentar yang lebih terkesan sebagai sebuah tuduhan ini membuat Ketua Parlemen Iran Ali Larijani membalas mengkritik menteri luar negeri AS itu.
"Kata-kata aneh yang dia (Hillary) keluarkan tersebut sangat mengherankan bagi kami. Di satu sisi, dia meminta negara-negara Arab untuk waspada dari tipu muslihat Iran. Namun di sisi Lain, dia mengatakan bahwa Iran sedang berusaha untuk menghancurkan revolusi demokratis di Timur tengah." Ujar Larijani dalam Pidato nya didepan Parlemen Iran.
"Di satu sisi, mereka meningkatkan kekhawatiran terhadap dukungan Iran pada Revolusi karena Pemberontakan berasal dari ajaran Iran. Namun di sisi lain, mereka mengatakan Iran sedang berupaya untuk merusak gerakan-gerakan (pemberontak) tersebut." Tambah Larijani lagi.
Larijani menganggap pidato Hillary Clinton tersebut adalah bentuk upaya Amerika Serikat untuk menumbuhkan kebencian diantara negara-negara di timur tengah, dan upaya Amerika Serikat ini sudah tidak dapat di toleransi lagi oleh negara-negara timur tengah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar