Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton mengatakan bahwa Amerika Serikat akan terus memberikan dukungan mereka terhadap misi NATO di Libya. Di temui di sela-sela konferensi NATO di berlin pada kamis 14 April 2011. Hillary menyatakan bahwa penting bagi NATO untuk mempersatukan tekad untuk menggulingkan kekuasaan Ghadafi di Libya.
Anggota aliansi telah diminta untuk meningkatkan serangan udara mereka terhadap kelompok yang pro dengan Ghadafi. Perancis dan Inggris telah menghimbau kepada sekutu untuk meningkatkan investasi militer mereka di Libya. Sedangkan Amerika Serikat, lebih memilih untuk membatasinya.
Di sisi lain, Pemberontak Libya pun saat ini tengah melakukan upaya pertahanan atas kota-kota yang telah berhasil mereka rebut dari tangan Pemerintahan Ghadafi. Pemberontak juga mengatakan, bahwa kamis kemarin Pihak pemerintah telah menembakkan rudal mereka di kota misrata dan menewaskan sedikittnya 9 orang. Pemberontak pun menuduh bahwa pemerintahan Ghadafi mulai memilih sipil sebagai target operasi mereka. Pemberontak juga meminta kepada NATO untuk lebih memperhatikan keselamatan penduduk sipil disaat mereka melakukan aksi serangan udara.
Di dalam kota Benghazi, juru bicara dari pemberontak menginformasikan kepada publik bahwa, mereka telah mengadakan pembicaraan dengan 3 negara yang bisa memberikan pasokan senjata kepada kelompok mereka. Namun, juru bicara ini tidak memberikan penjelasan yang lebih rinci terhadap pembicaraan ini.
Dari Pihak Amerika Serikat, Pentagon memberikan informasi bahwa Amerika Serikat telah mengirimkan 11 unit Pesawat Tempur kedalam komando NATO. ini menegaskan bahwa dalam Perang Libya kali ini, Amerika Serikat tidak lagi berperan tempur aktif seperti yang terjadi pada Perang Irak dan Afghanistan yang lalu. Tindakan ini lebih kepada bentuk dukungan Amerika Serikat kepada kebijakan NATO.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar