Penyebaran obat-obatan terlarang dari wilayah Afghanistan dan Asia Tengah sudah memasuki tahapan yang sangat mengkhwatirkan. Untuk itu, PBB berencana akan membuat program baru yang nantinya akan mengatur peredaran obat-obatan terlarang yang berasal dari Afghanistan dan daerah sekitarnya tersebut.
"Kami berencana membuat program-program baru untuk menghalangi peredaran Narkoba di Afghanistan dan Asia tengah," kata direktur eksekutif The United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), Yuri Fedotof di sela-sela kunjungan nya ke Pabrik pembuatan obat-obatan di Kyrgistan pada tanggal 25 April 2011 yang lalu.
Program baru ini rencana nya baru akan dilakukan PBB pada akhir tahun 2011. PBB pun telah meng anggarkan dana sebanyak US$ 3 Juta untuk melaksanakan program ini.
Menurut catatan yang saya dapat dari sebuah sumber, Produksi Narkoba di Afghanistan semakin meningkat sejak tahun 2001 yang lalu. Peningkatan ini bersamaan dengan saat Amerika Serikat berhasil menggulingkan rezim Taliban di Afghanistan pada 2001. Masih menurut sumber tersebut, Russi adalah negara dengan dampak yang paling tinggi terhadap peningkatan produksi Narkoba Afghanistan ini.
Narkoba masuk ke Russia melalui beberapa wilayah negara bekas Uni sovyet, seperti Kyrgistan, Tajikistan, dan Uzbekistan. dan sedikitnya 90 % Jumlah Narkoba yang beredar di Russia adalah hasil produksi dari Afghanistan.
Peredaran Narkoba yang semakin tinggi di Russia tercatat telah menewaskan setidaknya 30.000 orang per tahun. Hal ini yang membuat pihak Russia menjadi gusar, dan mengkritik pemerintah Amerika Serikat di Afghanistan. Russia mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak mampu menghalangi ataupun membatasi produksi Narkoba di Afghanistan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar