Jumlah Pengujung

Senin, 25 April 2011

US Millitary VS People Liberations Army (China)



China United States
Defense Expenditure (Billions USD) 78.6 (2010) 739.2 (FY10)1
741.2 (FY11)2
Total Servicemembers (Active) 2,285,000 1,580,255
Total Servicemembers (Active and Reserve) 2,795,000 2,444,802
Army Personnel ~1,600,000 553,044
Marine Corps Personnel 10,000 198,513
Total Nuclear Weapons ~400 5,1133
Total Fighter Aircraft 1,605 3,6954
Stealth Fighter Aircraft 1 139
Bomber Aircraft ~1125 154
Large Cargo Aircraft 546 7487
Aerial Refueling Aircraft 21 574
Total Surface Combatants8 38 111
Total Major Surface Combatants9 4 79
Aircraft Carriers 1 11
Amphibious Assault Ships 0 11
Amphibious Landing Ships10 1 24
Ballistic Missile Submarines 3 14
Nuclear Attack Submarines 6 54
Nuclear Cruise Missile Submarines 0 4
Diesel Submarines 52 0

Notes:

1 - This includes $75.5 billion in supplemental appropriations for 2009 and $130.0 billion for 2010 to support ongoing overseas contingency operations.

2 - This includes $33.0 billion for a 2010 supplemental request and $159.3 billion for 2011 to support ongoing overseas contingency operations.

3 - As of 30 September 2009

4 - Includes A-10 and OA-10 types

5 - Does not include any residual number of obselete H-5/Il-28 types

6 - B-737-200, Il-76MD, Tu-154M, and Y-8

7 - C-5, C-17, and C-130s (less AC-130, HC-130, KC-130, and MC-130 types)

8 - 0ver 3000 tons

9 - 0ver 7500 tons

10 - Landing Ship Dock, Landing Platform Dock types

Pertengahan Mei, Pengadilan Iran akan mengadili 3 orang Amerika Serikat.

Tiga orang warga Amerika Serikat yang tertangkap di daerah pegunungan Kurdistan Irak pada bulan Juli 2009 yang lalu, sebentar lagi akan mengalami proses Peradilan. Pengadilan Iran berencana akan mengadili tiga orang tersebut pada pertengahan Mei, tepatnya tanggal 11 mei 2011 nanti.

Tiga orang tersangka ini ialah Sarah Shourd (31 tahun), Michael Bauer, dan Yoshua Felix Fattal. Keduanya berumur 27 tahun.

Ketiga orang in tertangkap oleh pasukan keamanan Iran di daerah pegunungan Kurdistan karena melakukan perlintasan negara secara Ilegal. Dugaan sementara yang di kenakan kepada ketiga nya adalah dugaan Spionase (mata-mata).

Saat ini, Bauer dan Fattal masih berada didalam Penjara Iran, sementara Sarah Shourd telah di bebaskan dengan jaminan US$ 500 ribu pada september tahun lalu. Karena persidangan akan dilakukan sebentar lagi, maka Pengadilan telah melayangkan surat panggilan kepada Sarah untuk kembali di adili di Iran.

Menjelang Pemilu, Bom meledak di nigeria, 3 orang tewas.

Bom tersebut meledak pada hari senin tanggal 25 April 2011 kemarin di sekitar wilayah Timur Laut Nigeria. dari informasi yang berhasil saya himpun, ledakan bom tersebut menewaskan 3 orang dan melukai 14 orang lainnya. Polisi setempat mengatakan, bahwa Organisasi Islam Boko Haram bertanggung jawab dalam peledakan Bom ini.

Kelompok Boko Haram ini telah berjuang di sekitar wilayah Nigeria sejak dua tahun yang lalu dan berencana akan mendirikan negara Islam di Nigeria.
Kelompok boko haram juga bertanggung jawab terhadap Pembunuhan seorang Calon Gubernur di negara bagian Borno awal tahun ini.

Seperti yang diketahui, saat ini di Nigeria telah terjadi konflik antar agama yang berkepanjangan. Intensitas konflik ini meningkat menjelang Pemilu yang akan diselenggarakan di Nigeria hari selasa pekan ini.

Sebagaimana di beritakan, Pekan lalu telah terjadi bentrokan antara kelompok pendukung Calon Presiden Muhammad Buhari yang kalah dalam pemilu di wilayah bagian Utara Niger, dengan kelompok Pendukung Calon Presiden terpilih Jonathan. Kelompok pendukung Buhari menyerng gereja-gereja di sekitar wilayah utara Niger, dan memicu serangan balasan dari kelompok Kristen Nigeria. Kelompok pendukung Calon Presiden Buhari mengatakan bahwa ada kecurangan dalam pemilu tersebut. Dari sumber yang saya dapat, setidak nya 500 orang tewas dalam bentrokan tersebut.

Direktur Jenderal Manajemen Darurat Nigeria, Mohammed Sani Sidi mengatakan, bahwa saat ini pihaknya telah berhasil memberikan fasilitas bantuan terhadap pengungsi di beberapa negara bagian Nigeria. Sidi mengatakan bahwa saat ini, ada 21.000 warga sipil terlantar di negara bagian Kano, 10.000 warga sipil mengungsi di Zaria, dan lebih dari 100 kamp pengungsi didirikan di Kaduna.

Sidi mengatakan, satu-satu nya cara untuk meringankan beban para penduduk sipil ini adalah, Masing-masing pihak yang bertikai harus mengupayakan perdamaian dan pemulihan stabilitas nasional menjelang pemilu. Agar masyarakat dapa kembali kerumah masing-masing dan hidup normal seperti sedia kala.

Ketua Komisi Pemilihan, Attahiru Jega mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang berupaya meningkatkan situasi keamanan di negara tersebut dan berusaha untuk mendinginkan situasi disana.

Program Baru PBB untuk pengendalian obat-obatan terlarang asal Afgnistan

Penyebaran obat-obatan terlarang dari wilayah Afghanistan dan Asia Tengah sudah memasuki tahapan yang sangat mengkhwatirkan. Untuk itu, PBB berencana akan membuat program baru yang nantinya akan mengatur peredaran obat-obatan terlarang yang berasal dari Afghanistan dan daerah sekitarnya tersebut.

"Kami berencana membuat program-program baru untuk menghalangi peredaran Narkoba di Afghanistan dan Asia tengah," kata direktur eksekutif The United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), Yuri Fedotof di sela-sela kunjungan nya ke Pabrik pembuatan obat-obatan di Kyrgistan pada tanggal 25 April 2011 yang lalu.

Program baru ini rencana nya baru akan dilakukan PBB pada akhir tahun 2011. PBB pun telah meng anggarkan dana sebanyak US$ 3 Juta untuk melaksanakan program ini.

Menurut catatan yang saya dapat dari sebuah sumber, Produksi Narkoba di Afghanistan semakin meningkat sejak tahun 2001 yang lalu. Peningkatan ini bersamaan dengan saat Amerika Serikat berhasil menggulingkan rezim Taliban di Afghanistan pada 2001. Masih menurut sumber tersebut, Russi adalah negara dengan dampak yang paling tinggi terhadap peningkatan produksi Narkoba Afghanistan ini.

Narkoba masuk ke Russia melalui beberapa wilayah negara bekas Uni sovyet, seperti Kyrgistan, Tajikistan, dan Uzbekistan. dan sedikitnya 90 % Jumlah Narkoba yang beredar di Russia adalah hasil produksi dari Afghanistan.

Peredaran Narkoba yang semakin tinggi di Russia tercatat telah menewaskan setidaknya 30.000 orang per tahun. Hal ini yang membuat pihak Russia menjadi gusar, dan mengkritik pemerintah Amerika Serikat di Afghanistan. Russia mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak mampu menghalangi ataupun membatasi produksi Narkoba di Afghanistan.

Kompleks pemimnpin Libya di Serang Pasukan Udara NATO

Krisis Politik di libya tampak nya belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Ini terkait dengan serangan udara pasukan NATO di ibukota Tripoli yang terjadi pada tanggal 25 April 2011 pada hari senin kemarin.

Menurut sumber yang saya himpun, ada 2 bom dengan ukuran besar dijatuhkan disekitar wilayah kompleks pemimpin libya di Bab al Aziziya. Salah seorang pejabat Libya mengatakan bahwa ada sekitar 45 orang terluka pada penyerangan ini. Namun sampai saat ini, belum ada laporan yang menginformasikan bahwa terdapat korban jiwa dalam serangan udara ini.

Setidaknya terdapat 1 bangunan kompleks yang hancur akibat serangan ini. Bangunan ini biasanya berfungsi sebagai tempat pertemuan para menteri dan Pertemuan lainnya. Namun sampai saat berita ini di himpun, belum ada tanda-tanda akan keberadaan Ghadafi di wilayah kompleks tersebut saat peyerangan terjadi.

Sementara itu, peperangan antara pasukan pemerintah dengan pasukan oposisi masih terus berlangsung di kota Misrata. Pasukan Pemerintah melancarkan serangan bom dan roket mereka di kota itu sejak hari sabtu yang lalu. dan menurut informasi, pertempuran berdarah ini telah menewaskan sedikitnya 32 orang.

Aksi serangan roket pemerintah terhadap pemberontak di misrata ini menuai kecaman dari berbagai pihak, terkait janji pemerintah Ghadafi untuk menghentikan serangan di misrata sejak awal minggu yang lalu.

Kemudian , kecaman tersebut dijawab oleh Wakil Menteri Luar negeri Libya, Khaled Kaim. Dia mengatakan bahwa pasukan pemerintah memang akan menghentikan serangan di misrata. Namun Pasukan tidak akan meninggalkan kota misrata sampai negosiasi dapat berjalan lancar dan mendapatkan kesepakatan.

Senin, 18 April 2011

Insiden Kekerasan dan aksi bunuh diri di Afghanistan masih berlanjut

Penyerangan dan aksi Bom bunuh diri tampaknya belum juga mereda di Afghanistan. tercatat sejak Jumat lalu, sedikitnya ada 5 kasus kekerasan di Afghanistan.

Insiden Bom bunuh diri pertama terjadi pada hari Jumat, tanggal 15 April 2011. Seorang Pria yang menyamar sebagai perwira polisi melakukan aksi bom bunuh diri dan menewaskan kepala Kepolisian di Kota Kandahar.

Insiden kekerasan selanjutnya terjadi pada hari sabtu tanggal 16 April 2011, seorang tentara Afghanistan menyerang Markas pasukan gabungan di kota Laghman Timur. penyerangan ini menewaskan lima orang pasukan NATO dan empat orang tentara Afghanistan.

Insiden lain terjadi pada hari senin tanggal 18 April 2011, Sebuah bom diletakkan di pinggir jalan di Provinsi Ghanzi Timur. Bom meledak di saat iring-iringan kendaraan kepolisian Afghanistan. Menewaskan lima orang anggota kepolisian Afghanistan.

Di hari yang sama, juga terjadi bentrok antara warga Charikar ibukota Provinsi Parwan dengan Pasukan Gabungan. Bentrok di latar belakangi protes warga terhadap penangkapan terhadap seorang ulama oleh pasukan NATO. Bentrokan ini telah menewaskan satu orang warga dan 10 orang lainnya luka-luka.

Sementara informasi yang terbaru yang saya dapat dari Reuters, terjadi masih pada hari senin tanggal 17 April 2011 kemarin. Seorang pria dengan berseragam militer secara membabi buta menyerang Kantor Departemen Pertahanan Afghanistan. Insiden penyerangan ini menewaskan dua orang dan melukai setidaknya tujuh orang lainnya. Pria berseragam Militer tersebut sempat hendak meledakkan diri nya dalam insiden, namun dia di bunuh tentara Afghanistan sebelum sempat menarik pemicu bom bunuh dirinya.

Seorang Juru bicara Taliban mengatakan pada media, bahwa mereka bertanggung jawab terhadap penyerangan di Departemen Pertahanan Afghanistan tersebut. Target operasi mereka sebenarnya adalah menewaskan Menteri Pertahanan Perancis Gerard Longuet. Karena pada waktu itu tersiar kabar Longuet akan berada di Kantor Departemen Pertahanan Afghanistan hari itu. Sementara para pejabat perancis mengatakan, bahwa Longuet tidak berada di tempat di saat insiden penyerangan tersebut.

Lima Insiden yang terjadi sejak hari Jumat lalu itu membuktikan bahwa keadaan Afghanistan saat ini masih mencekam. Pasukan Gabungan antara NATO dan tentara Afghanistan belum mampu untuk menstabilkan kondisi di Afghanistan dari tindak kekerasan dan aksi-aksi teror lainnya.

Parlemen Iran Mengkritik tuduhan Menlu AS.

Pidato Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton beberapa waktu yang lalu dalam pertemuan NATO di Berlin tampaknya membuat kuping ketua Parlemen Iran, Ali Larijani panas.

Pasalnya, Statement yang dikeluarkan Hillary Clinton dalam pidatonya sangat menyudutkan Posisi Iran dimata Timur tengah.

Dalam Pidatonya, Hillary mengatakan bahwa saat ini mereka melihat adanya upaya dari Iran untuk mengambil keuntungan dari peristiwa-peristiwa pemberontakan di Kawasan Timur Tengah akhir-akhir ini. Iran berusaha mengeksploitasi kerusuhan sehingga dianggap merusak perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur tengah.

"Kami ingin mereka (orang timur tengah) mengetahui alasan sebenarnya dari negara Iran, mereka bukan datang untuk membantu proses transisi demokrasi, namun lebih kepada upaya mengacaukan stabilitas keamanan negara-negara disana." Ujar Hillary Clinton dalam pidatonya.

Komentar yang lebih terkesan sebagai sebuah tuduhan ini membuat Ketua Parlemen Iran Ali Larijani membalas mengkritik menteri luar negeri AS itu.

"Kata-kata aneh yang dia (Hillary) keluarkan tersebut sangat mengherankan bagi kami. Di satu sisi, dia meminta negara-negara Arab untuk waspada dari tipu muslihat Iran. Namun di sisi Lain, dia mengatakan bahwa Iran sedang berusaha untuk menghancurkan revolusi demokratis di Timur tengah." Ujar Larijani dalam Pidato nya didepan Parlemen Iran.

"Di satu sisi, mereka meningkatkan kekhawatiran terhadap dukungan Iran pada Revolusi karena Pemberontakan berasal dari ajaran Iran. Namun di sisi lain, mereka mengatakan Iran sedang berupaya untuk merusak gerakan-gerakan (pemberontak) tersebut." Tambah Larijani lagi.

Larijani menganggap pidato Hillary Clinton tersebut adalah bentuk upaya Amerika Serikat untuk menumbuhkan kebencian diantara negara-negara di timur tengah, dan upaya Amerika Serikat ini sudah tidak dapat di toleransi lagi oleh negara-negara timur tengah.

Kongres Partai Komunis Kuba ke 6 : Revolusi Ekonomi

Kesuksesan China membangun Kerajaan Ekonomi meski beraliran Komunis tampak nya mengilhami Kuba untuk segera merevolusi strategi pembangunan ekonomi mereka.

Kongres Partai komunis Kuba ke 6 menjadi penanda langkah awal revolusi ekonomi Kuba ini. Kongres yang di gelar di Havana pada hari minggu tanggal 17 April 2011 itu, di Buka oleh Presiden Raul Castro dan di hadiri oleh sekitar 1000 orang perwakilan dari seluruh Kuba. Kongres sebelumnya dilaksakan 14 tahun yang lalu. Sedangkan kongres Partai Komunis Pertama Kuba dilaksanakan pada tahun 1975 lalu.

Kongres Partai Komunis Kuba ke 6 ini membicarakan tentang fokus Pemerintah Pada peningkatan program sosial dan ekonomi serta untuk memulai langkah awal Pembangunan Jangka Menengah Kuba yang rencana nya akan dilaksanakan dalam jangka waktu 5 tahun.

Untuk strategi nya, Pemerintah Kuba berencana untuk mengurangi sebagian besar Pengaruh negara dalam setiap kegiatan perekonomian, serta memperbesar peluang Perusahaan Swasta untuk menggerakkan sektor ekonomi di Kuba. Dengan kebijakan seperti ini, Pemerintah Kuba berharap kedepannya rakyat Kuba bisa bekerja sendiri, meningkatkan daya saing mereka, dan Mengurangi ketergantungan ekonomi dengan Pemerintah.

Tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Kuba hanya mencapai sekitar 2,1 %, Untuk Tahun ini Pemerintah Kuba berharap Pertumbuhan ekonomi mereka bisa naik mencapai 3,1 %. Masih relatif kecil memang, namun ini adalah awal yang baik bagi Kuba untuk mengejar ketertinggalan mereka terhadap negara-negara lain.

Kongres Partai Komunis ke 6 Kuba di laksakanan bertepatan dengan peringatan 50 tahun Teluk Babi oleh masyarakat Kuba. Dimana pada waktu itu, tentara Kuba yang dipimpin oleh Fidel Castro dan Che Guevarra mampu mengusir tentara Amerika Serikat di wilayah Playa Giron.

Minggu, 17 April 2011

Pos Jaga Tentara Aljazair di serang kelompok Militan, 13 tewas.

Revolusi Konstitusi menuju demokrasi yang bebas dan adil ternyata tidak selamanya berjalan mulus sesuai dengan apa yang diinginkan. Aljazair dapat kita jadikan bukti bahwa masih ada beberapa kelompok-kelompok tertentu yang tidak menginginkan revolusi menuju demokrasi tersebut.

Seperti yang dilaporkan oleh VoA International. Telah terjadi penyerangan yang dilakukan oleh beberapa orang anggota kelompok militan terhadap pos penjagaan pasukan keamanan pemerintah Aljazair di sebelah timur kota Algiers. Penyerangan terjadi pada hari jumat, tanggal 16 April 2011 kemarin.

Penyerangan ini menewaskan 13 tentara keamanan Aljazair dan 1 orang anggota kelompok militan.

Penyerangan pada hari jumat itu, bertepatan dengan saat Presiden Aljazair, Abdulaziz Bouteflika mengadakan pidato kepresidenan untuk membicarakan rencana nya untuk merubah konstitusi Aljazair menuju demokrasi yang bebas dan Adil.

Kebijakan merubah konstitusi ini dilakukan oleh Bouteflika setelah dia mendapat banyak tekanan dari kelompok-kelompok Pro Demokrasi yang menyuarakan reformasi di Aljazair.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Pada hari selasa yang lalu ribuan orang melakukan aksi demonstrasi di sekitar istana kepresidenan Aljazair di kota Algiers. Para Demonstran meminta Pemerintah untuk segera melakukan reformasi konstitusi Aljazair secara menyeluruh.

Kembali kepada permasalahan Penyerangan tadi, Setelah melakukan upaya penelusuran jejak beberapa penyerang. Pasukan keamanan Aljazair mendapat informasi bahwa para Militan yang menyerang Pos Tentara Aljazair pada jumat malam yang lalu berasal dari daerah Yakouren. sekitar 130 Kilometer dari Ibukota. Yakouren diketahui sebagai basis persembunyian beberapa anggota jaringan terorisme Al Qaida.

Sabtu, 16 April 2011

Pasukan Ghadafi diduga menggunakan Bom Cluster dalam pertempuran

Organisasi pemerhati Hak-hak kemanusiaan yang berbasis di New York, Jumat 16 April 2011 yang lalu merilis sebuah laporan kepada Publik tentang adanya dugaan Pasukan Ghadafi mulai menggunakan Bom Cluster dalam pertempurannya. Laporan tersebut dirilis melalui situs web organisasi. Dalam Situs tersebut, mereka mengatakan bahwa Pasukan Pro Ghadafi telah menembakkan bom-bom cluster nya ke arah wilayah yang dihuni oleh banyak penduduk sipil. Organisasi Kemanusiaan New York ini mencatat temuan mereka di tiga titik di sekitar wilayah Misurata, Libya pada 14 April lalu.

Sebagaimana diketahui, Bom Cluster bersifat meledak di udara dan kemudian menyebar membentuk bom-bom submunisi dengan ukuran yang lebih kecil namun dengan daya ledak tinggi. Ini yang menyebabkan dampak dari Bom Cluster ini tidak terbatas. Karena sifatnya yang menghancurkan segala yang dilaluinya. Bahkan beberapa Submunisi yang gagal atau tidak meledak setelah jatuh ke darat, masih sangat berbahaya.

Penggunaan Bom Cluster ini sangat di tentang keras oleh Dunia Internasional. Konvensi yang melarang penggunaan Bom Cluster tersebut di adakan di Dublin, Irlandia pada tanggal 30 mei 2011. Kemudian baru ditandatangani di Oslo pada 3 Desember 2008. Perjanjian ini ditandangani oleh 100 negara. Namun tercatat, Amerika Serikat, Pakistan, Russia, RRC, Israel dan Brazil adalah negara yang tidak termasuk dalam penandatanganan perjanjian tersebut, Karena negara-negara ini adalah pemilik Bom Cluster terbanyak didunia.

Direktur Organisasi kemanusiaan New York tersebut, Steve Goose mengatakan bahwa Tindakan Pasukan Ghadafi ini sangat mengerikan. Karena sifatnya yang tidak pandang bulu dan menghancurkan segalanya. Di khawatirkan akan menyebabkan warga sipil ikut menjadi korban.

Namun, seorang Juru Bicara Pemerintah Libya, Mussa Ibrahim membantah tuduhan Organisasi Kemanusiaan tersebut kepada Pemerintahnya, "Kami sama sekali tidak pernah melakukan ini, bahkan kami tidak akan bisa untuk melakukannya. Kami menantang mereka untuk membuktikan tuduhan ini." Kata nya sembari menanggapi tuduhan tersebut.

Menteri Luar negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton memberi tanggapan kepada media bahwa dia tidak terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Ghadafi. Namun, dia mendapat laporan bahwa, keadaan di Misurata ternyata lebih buruk dari apa yang dibayangkan sebelumnya. Penyebab utamanya adalah wilayah misurata yang perkotaan, sehingga menimbulkan tantangan yang lebih bagi NATO dan Pasukan Pemberontak.

Seperti yang diketahui hingga hari ke 50 pertempuran, Kota terbesar ketiga di Libya ini telah mengalami kerusakan yang cukup parah. tercatat lebih dari 100 roket telah ditembakkan ke wilayah ini.

Menurut keterangan dari International Organization for Migration (IOM), mereka mencatat masih ada ribuan penduduk sipil yang terjebak dalam pertempuran di kota misrata, dan kondisi mereka sangat memprihatinkan.

Russia : tindakan NATO di Libya tidak mendapatkan mandat DK PBB

Berlin, Pertemuan anggota-anggota NATO pada kamis yang lalu telah membuat Pihak Rusia gusar. Pasalnya, Pertemuan NATO tersebut menghasilkan kesepahaman, bahwa Perancis, Inggris, dan beberapa negara anggota NATO lain meminta dengan tegas kepada Presiden Ghadafi untuk segera meninggalkan negara nya tersebut serta meletakkan tampuk kekuasaan kepada rakyat Libya. NATO juga berencana akan menambah rasio serangan udara mereka terhadap pasukan pro Ghadafi di Libya.

Reaksi keras Russia ini dilontarkan oleh Menteri Luar negeri Rusia, Sergei Larov pada hari jumat tanggal 15 April 2011 di kantornya.

Larov mengatakan, bahwa pernyataan yang disimpulkan dalam pertemuan NATO tersebut, dimana mereka menuntuk Ghadafi untuk meninggalkan kekuasaan nya itu tidak pernah berdasarkan mandat dari Dewan Keamanan PBB. Bahkan, dewan keamanan PBB pun tidak pernah mengeluarkan persetujuan atas penyerangan sekutu di Libya.

"Kami telah mendesak NATO untuk bertanggung jawab terhadap apa yang telah mereka lakukan di Libya, dan mematuhi segala mandat yang dikeluarkan dewan keamanan PBB." Kata Larov menanggapi pertemuan NATO kamis lalu.

Selain itu, Larov juga menyatakan bahwa Pemerintahnya telah mendengar perihal beberapa negara yang akan memberikan bantuan persenjataan kepada Kelompok pemberontak libya tersebut. "Ini adalah termasuk pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB!" ujar nya. Larov juga menegaskan bahwa Dewan Keamanan PBB tidak akan memperkenankan penggunaan kekuatan darat di Libya.

Ketika ditanyai bagaimana solusi yang ditawarkan oleh Rusia terhadap permasalahan Libya kali ini, Larov mengatakan bahwa Solusi terbaik nya adalah gencatan senjata. sebagaimana solusi yang juga dikemukakan oleh dewan Uni Afrika dan Liga Arab sebelumnya.

Dua pelaku teroris bom Bali asal Perancis ditangkap pemerintah Pakistan

Islamabad, Kantor berita IRNA (Pakistan) melaporkan bahwa pada hari Jumat, tanggal 16 April 2011 kemarin pemerintah keamanan Pakistan telah berhasil menangkap dua orang pelaku terorisme Bom Bali 2002 yang lalu. keduanya ditangkap di sebelah timur kota lahore. dua orang tersangka terorisme yang diketahui berkebangsaan perancis ini adalah anggota jaringan kelompok terorisme Internasional.

Penangkapan dua tersangka bom bali ini dilakukan setelah kepolisian Pakistan berhasil menangkap salah satu pelaku utama teror bom di bali, Umar Patek beberapa waktu yang lalu. Dari informasi Umar Patek lagi, Pemerintah keamanan Pakistan telah berhasil menangkap seorang anggota militan Pakistan yang bernama Ali Tahir. Tahir ditangkap di bandara Lahore.

Menurut Pemerintah Pakistan, beberapa anggota teroris ini sebelumnya akan bergabung dengan militan Pakistan yang lain di sekitar kota Waziristan.

Pemerintah Pakistan juga menegaskan, bahwa saat ini Pakistan tengah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah negara-negara lain yang warga negaranya menjadi korban dalam bom bali 2002 yang lalu. Hal ini dilakukan untuk mengkoordinasi informasi dan data Intelijen dari berbagai negara untuk memudahkan penangkapan tersangka teror yang lainnya. Pemerintah Pakistan sampai saat ini tengah menyelidiki bagaimana Umar Patek dan beberapa tersangka teroris yang lain dapat memasuki wilayah Pakistan.

Seperti yang telah diketahui, Peristiwa Bom Bali yang terjadi pada tahun 2002 yang lalu telah menewaskan setidaknya 202 orang dan melukai 240 orang lainnya. Sebagian besar korban diketahui berkewarganegaraan Australia.

Jumat, 15 April 2011

Clinton : Amerika Serikat akan bantu misi NATO di Libya

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton mengatakan bahwa Amerika Serikat akan terus memberikan dukungan mereka terhadap misi NATO di Libya. Di temui di sela-sela konferensi NATO di berlin pada kamis 14 April 2011. Hillary menyatakan bahwa penting bagi NATO untuk mempersatukan tekad untuk menggulingkan kekuasaan Ghadafi di Libya.

Anggota aliansi telah diminta untuk meningkatkan serangan udara mereka terhadap kelompok yang pro dengan Ghadafi. Perancis dan Inggris telah menghimbau kepada sekutu untuk meningkatkan investasi militer mereka di Libya. Sedangkan Amerika Serikat, lebih memilih untuk membatasinya.

Di sisi lain, Pemberontak Libya pun saat ini tengah melakukan upaya pertahanan atas kota-kota yang telah berhasil mereka rebut dari tangan Pemerintahan Ghadafi. Pemberontak juga mengatakan, bahwa kamis kemarin Pihak pemerintah telah menembakkan rudal mereka di kota misrata dan menewaskan sedikittnya 9 orang. Pemberontak pun menuduh bahwa pemerintahan Ghadafi mulai memilih sipil sebagai target operasi mereka. Pemberontak juga meminta kepada NATO untuk lebih memperhatikan keselamatan penduduk sipil disaat mereka melakukan aksi serangan udara.

Di dalam kota Benghazi, juru bicara dari pemberontak menginformasikan kepada publik bahwa, mereka telah mengadakan pembicaraan dengan 3 negara yang bisa memberikan pasokan senjata kepada kelompok mereka. Namun, juru bicara ini tidak memberikan penjelasan yang lebih rinci terhadap pembicaraan ini.

Dari Pihak Amerika Serikat, Pentagon memberikan informasi bahwa Amerika Serikat telah mengirimkan 11 unit Pesawat Tempur kedalam komando NATO. ini menegaskan bahwa dalam Perang Libya kali ini, Amerika Serikat tidak lagi berperan tempur aktif seperti yang terjadi pada Perang Irak dan Afghanistan yang lalu. Tindakan ini lebih kepada bentuk dukungan Amerika Serikat kepada kebijakan NATO.

Konferensi Liga Arab mencari solusi atas Libya

Konferensi Liga Arab yang dilaksanakan di Kairo, Mesir pada hari kamis 14 April 2011 kemarin telah Memperbincangkan persoalan opsi politik dalam menuntaskan permasalahan kemanusiaan di Libya.

Pertemuan itu adalah termasuk dari serangkaian dialog-dialog politik dan inisiatif diplomatik yang dilakukan beberapa negara dan organisasi pemerintahan untuk memberikan solusi terbaik dalam permasalah Libya.

Dalam pertemuan tersebut, Sekjen Ban Ki Moon berharap, adanya inisiatif dari masyarakat Internasional untuk memberdayakan penduduk libya dalam memperbaiki masa depan negara mereka secara mandiri.

"Kami menuntut adanya sebuah proses politik dimana Rakyat Libya diberikan kebebasan dalam menentukan masa depan mereka sendiri, Proses ini juga dibarengi dengan legitimasi terhadap Aspirasi masyarakat libya untuk menuju Libya yang demokratis." kata Ban Ki Moon.

Ban ki Moon juga mengatakan, bahwa PBB telah mengirim perwakilannya ke Libya untuk menjadi penengah dari kedua belah pihak yang tengah berkonflik. Dengan harapan dapat membantu mempermudah kondisi di Libya. Mantan menteri Luar negeri Yordania Abdel illah Khatib ditunjuk sebagai perwakilan PBB ke Libya.

Sekretari Jenderal Liga Arab, Amr Moussa. mengatakan bahwa negara-negara arab saat ini tengah mengkhawatirkan kondisi masyarakat sipil Libya. Untuk itu, Liga Arab sangat menyetujui Resolusi PBB untuk menetapkan Zona Larangan Terbang di Libya.

Moussa juga mengatakan, bahwa upaya-upaya diplomatik saat ini tengah berfokus kepada proses gencatan senjata di Libya.

Kepala Kebijakan Luar negeri Uni Eropa, Catherine Ahton juga memiliki jawaban yang sama seperti Amr Moussa. Dia mengatakan bahwa tidak ada solusi militer yang akan ditetapkan di Libya. Semua permasalahan harus diselesaikan dengan gencatan senjata. Ashton juga menyatakan bahwa Uni Eropa telah siap dalam upaya-upaya operasi kemanusiaan di Libya, Jika PBB memintanya.

ATK Perluas penjualan Internasional sampai 33.5 Juta US$

ATK adalah sebuah perusahaan produksi peralatan Aerospace dan Pertahanan. Baik untuk negara dan untuk komersial Internasional. Beroperasi di 23 negara bagian di Amerika Serikat dan Puerto rico. Pendapatan pertahunnya mencapai 4.8 Milliar US$.

Minneapolis, 13 April 2011. ATK hari ini mengumumkan kepada publik bahwa perusahaan ini telah memperluas penjualan persenjataan mereka senilai US$ 33.5 Juta untuk pengadaan Meriam Canon kelas menengah. Kontrak tersebut berasal dari beberapa negara di Eropa dan Timur tengah. Varian meriam yang paling diminati masing-masing negara adalah Varian M242 dan Mk44 Bushmaster Chain Guns. Varian ini telah terbukti disegala medan tempur tentara sekutu.

Fasilitas pabrik persenjataan ATK dikawasan Arizona telah memproduksi M242 25mm dan meriam 30/40mm Automatic MK44. meriam kaliber menengah telah dijual ke lebih dari 30 negara di dunia. Selain itu ATK juga memproduksi sistem senjata untuk Bradley Fighting Vehicle, kendaraan lapis baja, Helikopter serang Apache, dan Beberapa kendaraan patroli laut. Lebih dari 11.000 unit M242 25mm telah tersebar diseluruh dunia. Sedangkan Meriam kaliber 30/40 mm MK44 automatis. MK44 telah lama menjadi varian meriam pilihan didunia Pertempuran. karna sangat mudah di aplikasikan kedalam kendaraan tempur darat, laut, dan pesawat tempur.

"Meriam ATK telah menjadi pemimpin dalam urusan meriam tempur kaliber menengah. karena tentara Amerika Serikat dan sekutu telah mempercayainya disegala medan tempur. Harganya pun sangat terjangkau." ujar Dan Olson, VIce President and General Manager ATK.

Kamis, 14 April 2011

Tentara Irak belajar mengoperasikan dan merawat Tank M1A1

Baghdad, Tentara Irak dari Divisi Mekanik 9 beberapa waktu yang lalu belajar tentang pengoperasioan dan pemeliharaan Tank M1A1 Abrams Main Battle Tank (AMB) di Pusat pelatihan militer di Besmaya, Irak.

Tentara Irak menerima pelatihan pengoperasian Tank M1A1 ini dalam 2 program terpisah : Pelatihan Operator Khusus Peralatan tempur baru, dan Pelatihan Unit Pemeliharaan Peralatan tempur baru.

Kedua Pelatihan ini dinaungi dan dikendalikan oleh US. Army.

Srg.1. Jose Rodriguez Barajaz dari US.Army mengatakan bahwa standar pelatihan yang deiberikan kepada tentara Irak sama dengan pelatihan yang diberikan kepada standar Tentara Amerika.

Kursus ini dimulai pada bulan Februari yang lalu, selain diberi pelatihan tentang pengecekan mesin, Tentara Irak yang terdiri dari 40 personel ini juga diberikan pelatihan khusus sebagai Awak. Kegiatan ini berfokus pada kerja sebagai tim dalam pengoperasian mesin M1A1 ini agar mencapai kesuksesan dalam bertempur.

"Pelatihan ini akan menghasilkan para tentara yang tangguh dalam pengoperasian Tank M1A1 Abrams dan ke depan akan menciptakan tentara Irak yang mandiri", kata Kapten Mouhaned dari Angkatan Darat Irak.

Setelah berhasil menyelesaikan pelatihan pengoperasioan Tank M1A1 Abrams ini, para lulusan akan melanjutkan kepada tahap pelatihan berikutnya agar mampu menjadi ahli materi dari Tank M1A1 Abrams ini.

Sedangkan Pelatihan Unit pemeliharaan Tank ini, telah dilaksanakan sejak awal maret yang lalu. "Pelatihan ini akan menciptakan mekanik m1A1 Abrams yang handal, baik dalam masalah pengecekan mesin, pengecekan senjata, dan material-material dari M1A1 Abrams itu sendir", ujar Sgt Rodriguez.

Pelatihan ini sendiri adalah termasuk kedalam program Pusat pelatihan militer Besmaya. untuk menciptakan Tentara Irak yang berkemampuan tinggi dan terintegrasi. Program ini juga mendukung pengembangan pertahanan Angkatan Darat Irak dalam upaya mempertahankan negara nya dari Ancaman.

NATO : Serangan udara di Libya adalah pilihan pertimbangan diplomatik

Beberapa saksi mengatakan bahwa telah terjadi serangkaian ledakan di Tripoli, Libya. Sesaat setelah beberapa pesawat NATO terbang rendah di kawasan itu pada kamis 14 April 2011.

Dilain pihak, Juru Bicara pemberontak mengatakan, bahwa sedikit nya ada 23 orang pengikut setia Ghadafi yang tewas pada serangan di kota Misrata, Kamis itu.

Sementara itu, Juru bicara kementrian luar negeri Amerika Serikat, menyatakan bahwa Amerika Serikat saat ini masih mempercayai kredibilitas NATO dalam pengamanan dan pengawasan zona terbang di Libya. Komentar ini di layangkan setelah Perancis meminta Amerika Serikat untuk segera melanjutkan serangan udaranya ke Libya.

Perancis membuat permintaan tersebut saat berlangsungnya pertemuan negara-negara anggota NATO di berlin, pada kamis kemarin. Namun melalui komandan NATO, Andress Fogh Rassmussen, NATO menyatakan bahwa saat ini Pasukan NATO masih memegang peranan operasional yang kuat di Libya. NATO juga masih perlu untuk memegang pengaruh utama nya dalam serangan udara di Libya.

Pada Konferensi berbeda, yang dilaksanakan di Kairo, Mesir. Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon mengatakan bahwa delegasi dari Arab, Afrika, dan Eropa telah mengadakan pertemuan dan pembicaraan bersama untuk menemukan "Solusi" bagi arah masa depan konflik di Libya tersebut.

Pembicaraan di Berlin dan Kairo ini terjadi sehari setelah Kelompok Internasional yang di beranggotakan delegasi Amerika Serikat, Eropa, dan Mitra Arab menyatakan bahwa mereka akan memberikan bantuan politik dan keuangan kepada Pihak oposisi Libya.

Di Brussels, Uni Eropa pada kamis kemarin mengumumkan bahwa Menteri Luar negeri Libya, Moussa Khoussa telah resmi dicabut sangksi terhadap dirinya. Ini merupakan program bantuan kepada beberapa tokoh politik di Libya untuk keluar dari dukungan kepada Pemerintahan Ghadafi.

Tentara Gbagbo diperintahkan untuk kembali bekerja dibawah pemerintahan yang baru

Pasukan PBB telah memindahkan Mantan Presiden Pantai Gading, Laurent Gbagbo dari ibukota Abidjan, dimana dia ditangkap oleh pasukan Pemerintah terpilih.

Presiden Pantai Gading yang baru, Alassane Outtara menyatakan bahwa Presiden Gbagbo pada hari ini telah resmi dipindahkan dari Abidjan, dan hak-hak istimewa nya sebagai mantan Presiden negara akan dihormati.

Seperti yang diketahui, mantan Presiden Gbagbo ditangkap oleh Pasukan Pemerintah di Villa kepresidenannya setelah lama bertahan didalam Bungker beberapa hari. Presiden Outtara juga mengatakan bahwa Gbagbo akan mendapatkan beberapa tuduhan baik dari Internasional maupun Nasional perihal kejahatannya terhadap rakyat pantai gading.

Presiden Outtara juga telah mengadakan pertemuan dengan panglima militer Gbagbo, Philipe Mangou beberapa waktu yang lalu perihal kesetiaannya terhadap Gbagbo.

Mangou mengatakan bahwa pada saat ini di Pantai Gading telah terjadi pergantian kekuasaan. Untuk itu dia dan seluruh pasukannya bersedia untuk kembali menjalankan perintah dari Pemerintahan yang baru untuk mengamankan kota Abidjan.

Situasi di beberapa daerah di Pantai gading pun berangsur-angsur pulih. Dimana pasar, jalan raya, dan fasilitas umum disana kembali berjalan normal sebagaimana biasanya. Orang-orang pun sudah mulai bekerja kembali sebagaimana biasanya.

Di beberapa daerah, sudah tidak ada lagi kelompok-kelompok pro Gbagbo yang menyuarakan konflik, karena setelah terpilih menjadi presiden yang baru, Outtara menghimbau kepada rakyatnya untuk tenang dan bersatu untuk memajukan Pantai Gading.

Kelompok Internasional : Ghadafi Harus pergi, dan oposisi membutuhkan dana.

Kelompok Internasional hari ini menyatakan dengan tegas, Bahwa Presiden Libya Moammar Ghadafi harus segera meninggalkan wilayah Libya secepatnya. Serta mengatakan bahwa kelompok-kelompok pemberontak saat ini memerlukan suntikan dana Internasional dalam membantu perjuangan mereka.

Kelompok Internasional itu pada hari ini 14 April 2011 berkumpul di Doha, Qatar. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan beberapa negara dan juga Sekjen PBB, Ban Ki Moon.

Dalam pembicaraan nya, pertemuan di Doha tersebut menyatakan dengan tegas, bahwa Presiden Ghadafi telah kehilangan legitimasi nya atas Libya. dan mereka juga berharap kelapangan dada dari Ghadafi untuk membiarkan Libya menentukan nasib mereka sendiri.

Setelah pertemuan itu, dalam Konferensi Pers nya, Menteri Luar negeri Inggris William den Haag menyatakan bahwa negara nya akan memberikan bantuan materi terhadap pemberontak di Libya. selain dalam bentuk Materi, Inggris akan memebrikan bantuan berupa alat komunikasi bagi para pemberontak.

Dalam pertemuan kali ini, perwakilan dari pemberontak pun mengatakan harapan besar mereka kepada NATO untuk segera meningkatkan serangan udara nya kepada beberapa situs artileri milik Ghadafi. Perancis dan Inggris pun bersedia memenuhi permintaan tersebut.

Pihak NATO mengklaim bahwa mereka telah berhasil menghancurkan sedikitnya 16 Tank milik Pemerintah Libya, 12 diantaranya berada dekat dengan kota Misrata, barat daya Libya.

Ketidak-sepahaman Pakistan dan AS menyangkut persoalan Intelijen.

Kepala Inter Services Intelligence Pakistan (ISI) beberapa waktu yang lalu mengadakan pembicaraan dengan AS menyusul rencana Pakistan untuk mengurangi jumlah pasukan AS di negara itu.

Seorang juru bicara Badan Intelijen Pusat AS (CIA) Pada 11 april yang lalu mengataan bahwa pembicaraan antara Letjen Ahmed Shuja dengan Direktur CIA Leon Panetta asalah upaya untuk memajukan kerjasama militer kedua negara.

Pertemuan selama 4 jam ini dilakukan setelah terjadinya serangkaian persitiwa yang tengah di sorot akhir-akhir ini, dimana adanya perbedaan pendapat antara kedua belah pihak (Pakistan - AS ) tentang bagaimana menyikapi perlawanan pemberontak ekstremis Islam di Pakistan dan negara tentangganya Afghanistan.

Laporan media mengatakan, bahwa Islamabad sedang mencari jalan keluar menyangkut upaya penarikan lebih dari 300 kesatuan militer AS di pakistan. Ini merupakan upaya pengurangan yang sangat signifikan. Karena angka pasukan yang ditarik mencapai 25 % dari seluruh pasukan khusus AS di Pakistan.

Mantan Jendral militer Pakistan, Talat Masood, yang sekarang menjadi analis pertahanan di Pakistan mengatakan, bahwa salah satu agen CIA Raymond Davies yang menembak mati 2 orang Pakistan di timur kota Lahore pada bulan Januari yang lalu telah dibebaskan. Menyusul sejumlah uang yang telah diberikan dari CIA kepada keluarga orang tersebut. Jumlah uang tersebut diperkirakan mencapa 2 Juta US$.

Masood mengatakan bahwa Insiden tersebut sangat menunjukkan bahwa perselisihan antara Pakistan dan AS semakin terlihat jelas. Banyak pihak menganggap upaya melawan terorisme oleh AS ini malah akan membuat kedaulatan Pakistan menadi goyah.

Masood menambahkan, bahwa pemerintah Pakistan dan ISI terlalu lunak terhadap kebijakan AS sehingga dikhawatirkan, jika keadaan ini berlangsung terus-menerus, semakin lama akan menggerus kedaulatan Pakistan itu sendiri. Untuk itu, ISI perlu membuat kebijakan yang sedikit lebih keras terhadap AS. dimana upaya nya seperti pengurangan jumlah pasukan AS di Pakistan.

Namun disisi lain, Pihak gedung putih telah menyatakan rasa pesimistis mereka terhadap pakistan, Bahwa Pakistan akan mampu meredam setiap gerakan terorisme di negaranya itu dengan mandiri. AS menganggap, Pakistan belum memiliki rencana yang jelas dalam proses Perang terhadap Terorisme ini.

Mantan Brigadir Jenderal Militer Pakistan, Asad Munir, mengatakan bahwa bagaimanapun Pakustan dan AS harus menjadi sekutu terdepan yang memerangi terorisme di kawasan itu. Munir juga menegaskan perlunya kejelasan menyangkut batas-batas wilayah tugas antara Pakistan dan AS di wilayah itu, agar tidak lagi muncul masalah "Missunderstanding" antara keduanya.

Munir adalah seorang mantan pejabat senior di ISI, telah bekerja lama di Provinsi Pakhtunkwa Khyber Volatile dan wilayah sekitarnya. Ia mengakui bahwa CIA dan ISI memiliki perbedaan pandangan terhadap isu-isu internal seperti serangan di Mumbai pada 2008 lalu, tetapi dia menjelaskan bahwa Pakistan dan AS masih berada di satu pihak yang sama.

"Saya pikir mereka memiliki tujuan yang sama. Kedua belah pihak tidak mampu untuk memutuskan hubungan mereka atau menempatkan blok pada persoalan intelijen." Kata Munir.

Namun, walau bagaimana pun juga perbedaan pendapat antara Pihak Pakistan dan AS, ini membuktikan bahwa negosiasi bilateral antara keduanya masih tergolong sangat sensitif.

Tanggapan PM Turki, Edrogan terhadap masuknya Turki kedalam Uni Eropa dan permasalahan Libya

Dalam sebuah pertemuan dengan Majlis Dewan Uni Eropa di Strastbrough beberapa waktu yang lalu. PM Turki, Reccep Tayyip Edrogan berbicara tentang kekhawatiran nya terhadap konflik di Libya bisa menjadi Irak ataupun Afghanistan yang selanjutnya. Dalam Pertemuan itu juga, Erdogan menekankan tentang Negara Turki yang sangat sekuler dan Demokatis walaupun dengan penduduk yang sebagian besar Muslim.

Edrogan juga menyatakan bahwa negara nya telah membuat beberapa langkah ekonomi dan politik, serta kritis terhadap beberapa kebijakan negara eropa yang menentang Turki menjadi bagian dari Eropa. Edrogan juga menambahkan bahwa negara nya tidak mudah untuk dimanfaatkan oleh kepentingan-kepentingan negara-negara Eropa.

Edrogan mengatakan bahwa negara nya telah cepat pulih dalam keterpurukan ekonomi, tingkat pertumbujan ekonomi Turki telah mencapai tahap yang mengesankan,di tambah faktor strategis negara nya membuat Turki patut menjadi bagian terpenting dalam Uni Eropa.

Seperti kita ketahui, Turki telah mendapatkan status calon negara Eropanya sejak tahun 2005, Namun sampai saat ini, Negosiasi untuk menjadikan posisi turki berada didalam Eropa itu masih berjalan alot dan lambat.

Beberapa alasan dari negara-negara besar di Uni Eropa , seperti Austria, Perancis, dan Jerman untuk tidak bersedia menyetujui turki sebagai anggota Eropa adalah karena disebabkan tindakan Ankara yang tidak mengijinkan kapal-kapal dagang Yunani dan Siprus untuk memasuki pelabuhannya. Selain itu situasi hak asasi manusia disana masih tergolong buruk.

Edrogan juga mengatakan bahwa negara nya siap untuk keadaan yang multikulturalisme seperti halnya negara di Eropa yang lain. Selain itu, Edrogan juga menyayangkan masih adanya situasi yang kurang demokratis didalam tubuh Enu Eropa terkait pengusiran tentara Perancis dari Roma beberapa waktu yang lalu.

Dalam permasalahan kebebasan pers, Edrogan menyangkal bahwa negara nya tidak menjunjung tinggi arti kebebasan pers. Namun Edrogan mengatakan bahwa para wartawan yang ditahan di negara nya terkait karena masalah pemberitaan mereka tergolong Subversif kepada pemerintah. dan Bukan merupakan pemberitaan biasa. Edrogan bahkan mengatakan, bahwa para wartawan tersebut bukan ditangkap karena kegiatan jurnalisme mereka. Namun lebih kepada tindakan pengkudetaan yang dilakukan oleh wartawan turki.

Dalam menyikapi permasalahn di Libya, Edrogan mengatakan bahwa itu adalah tindakan yang bisa dikategorikan sebagai upaya "Rasisme" oleh bangsa Eropa. Eropa telah menutup mata hati dan pendengaran mereka terhadap suara-suara kebebasan dari Afrika Utara dan Timur tengah.

Edrogan mengatakan bahwa , awal mulanya Ankara tidak menyetujui kebijakan zona Larangan terbang yang diberikan Eropa kepada Libya. dan saat ini pun Turki bekerja sama dengan beberapa negara di Afrika Utara dalam upaya perdamaian di Libya.

Edrogan menganggap, NATO seharusnya sadar terhadap upaya-upaya perdamaian di Libya. Jangan sampai Afghanistan dan Irak menjadi terulang di Libya. Karena itu akan sangat membuka luka yang mendalam bagi Umat Muslim.

Ketika ditanya tentang sikap nya terhadap kerusuhan di berbagai daerah lain, terkait dengan protes massa di Suriah. Edrogan hanya mengatakan bahwa dia sangat menikmati kedekatan hubungan nya dengan rezim Penguasa disana. Perdana Menteri turki itu pun menyatakan bahwa, perlunya akal sehat untuk Perang.

Sangat Realis.