Jumlah Pengujung

Rabu, 15 Desember 2010

Di laporkan Korea Utara menambah kembali Fasilitas Penyayaan Uranium mereka

Seoul, 14 Desember 2010

Korea Selatan melihat adanya sebuah laporan yang mengatakan bahwa ada kemungkinan Korea Utara telah menambahkan fasilitas pengayaan Uranium mereka, selain fasilitas utama nya di Provinsi YongByon. Menteri Luar negeri Korea Selatan, mengatakan pemerintahnya menyadari betul penambahan fasilitas Nuklir Korea Utara ini.

Kim Sung Hwan, mengatakan dia mendapat informasi Intelijen akan hal ini, tetapi ia tidak akan menyebutkan rincian dari Informasi ini.

Sebelumnya, seorang Ilmuwan asal Amerika Serikat, Profesor Siegfried Hecker dari Universitas Stanford mengatakan bahwa telah ditemukannya beberapa tekhnologi canggih dan ratusan pekerja yang berada di Fasilitas Nuklir terbaru Korea Utara ini bekerja secara Sentrifugal.

Hecker menambahkan, Fasilitas Sentrifugal ini dibangun adalah untuk menciptakan sebuah reaktor, bukan Bom. ada kemungkinan, pembuatan Bom nya berada di wilayah lain di Korea Utara.

Metode Sentrifugal akan menjadi metode tambahan bagi Korea Utara untuk memperkaya program Nuklir mereka.

Fasilitas baru ini diduga berada di sebuah lembaga penelitian di kota Pyongyang, atau di sekitar basis rudal di Provinsi Yanggang, atau di sekitar gua Kumchangri, sekitar 160 kilometer sebelah utara dari pusat kota.

Beberapa pengamat mengatakan, bahwa negara komunis ini sering kali berupaya untuk menggembar gemborkan program Nuklir mereka hanya untuk mendapatkan negosiasi dan bantuan dari negara-negara lain, karena saat ini mereka sangat memerlukan bantuan ekonomi.

Sejak tahun 2003, usaha untuk menghentikan program Nuklir Korea Utara telah diselenggarakan melalui pembicaraan enam pihak, dengan memberikan bantuan ekonomi dan pengakuan diplomatik kepada Korea Utara, namun setelah forum ini vakum selama lebih dari 2 tahun, ketegangan dua korea itu terjadi kembali.

China dan Korea Utara sepakat untuk mengurangi Ketegangan

Beijing, 14 Desember 2010.

China mengatakan telah membuat kesepakatan dengan Korea Utara untuk mengurangi ketegangan di Semenanjung Korea untuk memulai pertemuan enam negara dalam pembicaraan pelucutan senjata Nuklir.

Juru Bicara Luar negeri China, Jiang yu mengatakan, Beijing dan Pyongyang telah sama-sama sepakat untuk menahan diri atas ketegangan yang berlangsung di semenanjung Korea akhir-akhir ini.

Jiang menambahkan, seorang Penasihat China yang bernama Dai Bingguo telah dikirim ke Korea Utara untuk membicarakan masalah ini dengan pihak Pyongyang, dan menghasilkan kedua negara sepakat mengambil langkah-langkah yang tidak akan melanjutkan ketegangan dan akan bekerja sama untuk menjaga stabilitas keamanan di semenanjung Korea.

Kedua negara pun telah sepakat untuk mendorong terjadi nya pembicaraan enam pihak yang akan menghentikan program Nuklir Korea Utara.

Jiang menjamin, bahwa Korea Utara "pasti" akan mengirimkan utusan nya jika pembicaraan enam pihak itu benar-benar berlangsung.

Pembicaraan enam pihak itu meliputi China, Korsel, Korut, Amerika Serikat, Russia, dan Jepang.

Tetapi Jiang tidak menyinggung pertemuan antara Pejabat China dengan Deputi Luar Negeri Amerika Serikat, James Steinberg. Pertemuan ini menyertakan persiapan menjelang kedatangan Presiden China, Hu Jintao ke Washington bulan depan. Untuk membicarakan pandangan yang berbeda antara Beijing dan Washington mengenai cara penyelesaian masalah di Semenanjung Korea.

Jiang menambahkan, dirinya tidak mengetahui dalam rangka apa Gubernur New Mexico mengadakan kunjungan nya ke Pyongyang akhir pekan ini. Tetapi dia menegaskan bahwa China sangat mendukung Upaya Amerika Serikat - Korea Utara untuk berdialog bersama.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat juga mengatakan, bahwa perjalanan Ricardhson ke Pyongyang murni sebagai perjalanan pribadi, Bukan mewakili sebuah Pertemuan kenegaraan.

Dewan Senat dilibatkan dalam ratifikasi Perjanjian senjata strategis Amerika Serikat - Russia

Washington, 14 Desember 2010, Seorang Jubir White House mengatakan, bahwa Dewan Senat Amerika Serikat akan memulai pekerjaan mereka dalam meratifikasi ulang perjanjian senjata strategis dengan Russia. Ratifikasi ini memungkinkan Amerika Serikat untuk mengurangi jumlah pengiriman Senjata baru ke Russia stelah tersangkut masalah Pajak.

Diskusi tentang perjanjian Pengurangan senjata strategis ini dimasukkan dalam agenda sidang senat pada 13 Desember. Walaupun sebelumnya tersiar kabar bahwa Kongres akan diadakan pada tanggal 17 Desember sebelum Libur Natal berlangsung.

Seorang sekretaris Senat , Robert Gibbs mengatakan, " kami yakin, bahwa akan ada suara mayoritas dari Seluruh senat untuk meratifikasi perjanjian ini."

Presiden Barack Obama dan Presiden Russia Dmitry Medvedeb telah menandatangani perjanjian pengurangan senjata antara Amerika Serikat dan Rusia pada tanggal 8 April lalu di kota Praha, hal ini mengganti perjanjian lama yang telah berakhir pada bulan Desember 2009 lalu.

Perjanjian baru antara Amerika Serikat dan Rusia mewajibkan kedua negara menutup sekitar 1.550 hulu ledak nuklir strategis mereka, dan jumlah pengiriman persenjataan melalui kendaraan tidak boleh melebihi dari 800 unit kendaraan.

Perjanjian ini akan mulai berlaku setelah ratifikasi secara simultan yang akan dilakukan oleh Parlemen dua negara besar ini.

Selasa, 14 Desember 2010

Berita seputar Konflik Korea

13 Desember 2010

Korea Selatan tetap melanjutkan latihan tempur laut mereka yang telah berlangsung selama dua minggu, meski peringatan keras telah dilayangkan oleh pihak Korea Utara. Korea Selatan juga berencana memberikan pelatihan militer kepada masyarakat Sipil untuk mempersiapkan masyarakat Korea Selatan dari Konflik yang akan lebih besar dengan Korea Utara.

Sementara itu, pihak Delegasi Amerika Serikat di Seoul merencanakan sebuah pertemuan, agar Cina meningkatkan tekanan mereka terhadap Korea Utara dan mengadakan pertemuan dengan negara-negara lain untuk membicarakan masalah dua korea ini.

Korea selatan telah menjalankan latihan tempur dari Hari Senin sampai Jumat di 27 lokasi berbeda dan 15 posisi di dekat pantai Laut Kuning. dekat dengan pulau yeonpyeong.

Korea Selatan juga menghimbau warga nya untuk memberikan perhatian yang lebih terhadap permasalahan ini dan meningkatkan kewaspadaan yang lebih dari biasanya. Pelatihan evakuasi ini rencana nya akan dilaksanakan setiap bulannya. Kantor berita Prancis (AFP), mengatakan bahwa akan dilaksanakan sebuah simulasi khusus untuk penanganan evakuasi warga ini dengan melibatkan sekitar 12 jet tempur di korea selatan, Evakuasi akan difokuskan kepada penanganan pengungsi di bawah tanah.

Mantan Kepala Intelijen AS, Dennis Blair yang baru saja menyelesaikan kunjungan nya di Korea Utara mengatakan, bahwa ia mengaharapkan penyelesaian masalah ini secara cepat. Namun ia sangat yakin, jika pertempuran benar-benar akan berlangsung, maka pihak korea akan mengalami kekalahan telak.

Di Beijing, Menteri Luar Ngeri China, Yang Jiechi mengatakan bahwa China akan lebih bersabar dalam merealisasikan pembicaraan enam arah yang dilakukan ntuk meredakan ketegangan di semenanjung korea ini. Tetapi, Pihak Jepang, Korea Selatan,dan Amerika Serikat enggan untuk melakukan pembicaraan dengan Rusia, China, dan Korea Utara dampai mereka melihat kesungguhan dari Pyongyang untuk berdamai.

Michael Schiffer, Asisten menteri pertahanan Amerika Serikat menegaskan kembali komitmen Amerika Serikat untuk menjadi penopang bagi keamanan di Korea Selatan setelah pertemuan satu hari Senin di Seoul.

Bill Richardson, mantan duta besar AS untuk PBB, dijadwalkan tiba di Pyongyang untuk mengadakan kunjungan pribadi di awal Selasa. Richardson saat ini menjabat sebagai gubernur negara bagian New Mexico.

Pemberontak Korea Utara meminta bantuan untuk memerangi pemerintah Korea Utara

Seoul, 13 November 2010

Sejak penyerangan Korea Utara terhadap perbatasan mereka dengan Korea Selatan di pulau Yeonpyeong pada 23 November yang lalu. Banyak warga Korea Selatan yang marah dan menganggap respon Korea Selatan atas penyerangan ini terlalu lemah. Serangan yang menewaskan empat orang ini meminta perlawanan yang lebih keras dari Kelompok pemberontak Korea Utara.

Kelompok yang menamakan diri mereka sebagai Front Pembebasan rakyat ini menyampaikan sebuah petisi kepada Kementrian Pertahanan Korea Selatan yang inti nya meminta dukungan baik moril maupun materil kepada mereka untuk menjadi kekuatan khusus yang akan mengakhiri pemerintahan komunis di Korea Utara.

Kim Seong Min sebagai Ketua Organisasi ini menegaskan, Jika mereka diberi senjata untuk melawan pemerintahan Korea Utara, maka mereka akan berada di garis depan dalam penghancuran pemerintahan Komunis Korea Utara. Park Chun Guk juga mengatakan, sebagai mantan tentara khusu Korea Utara, ia memahami betul pola dan taktik militer Korea Utara.

Park juga menyampaikan rincian unit yang menyerang Yeongpyeong bulan lalu, dan mengatakan bahwa banyak tentara Korea Utara dilatih untuk menyusup disekitar wilayah Korea Selatan untuk menetralisir wilayah-wilayah penting, termasuk pelabuhan udara dan laut Korea Selatan.

Para pemberontak Korea Utara memprediksikan, akan banyak lagi serangan Provokasi dari Utara untuk Selatan. Ini adalah upaya demonstrasi kekuatan dari calon pengganti pimpinan Korea Utara yang baru, Kim Jong Un. Sebagaimana yang dilakukan oleh ayah nya pada dekade 80an yang lalu.

Perang dua Korea secara teknis telah berlangsung sejak tahun 1953 lalu, ketika konflik berakhir dengan Gencatan senjata tanpa adanya kesepakatan damai. Hingga saat ini ketegangan dua korea ini tetap berlangsung dalam bentuk upaya-upaya provokasi.

Menlu Iran "Mottaki" dipecat.

13 Desemeber 2010

Presiden Iran, Mahmud Ahmadinejad mengisyaratkan sebuah kebijakan yang akan menegaskan kebijakan Luar negeri Iran dengan memecat Menteri Luar Negeri nya, Manucher Mottaki, Mottaki diketahui memiliki hubungan yang tidak harmonis dengan Ahmadinejad.

Ahmadinejad mengangkat Kepala Badan Energi Atom Iran, Ali Akbar Salehi, yang telah menjadi pelopor energi Nuklir Iran sebagai pengisi kekosongan Jabatan Menlu Iran sementara. Ali Akbar menyebut jabatan ini sebagai "Kepedulian terhadap Kementrian Luar Negeri Iran".

Pemecatan Mottaki merupakan penghujung dari isu ketegangan hubungan dirinya dengan Presiden Ahmadinejad yang telah berlangsung hampir setahun ini. Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita negara Iran (IRNA), Ahmadinejad tidak memberikan alasan atas pemecatan ini.

Ahmadinejad hanya menyampaikan pernyataan terima kasih atas kerja sama dan pelayanan yang telah dilakukan oleh Mottaki selama menjabat sebagai Menlu Iran dan menyampaikan harapan bahwa Mottaki akan tetap terus menjadi Pelayan Negara Islam Iran.

Para pengamat Timur Tengah menganggap bahwa ini adalah sebuah topeng retorika yang di peragakan oleh dua orang berpengaruh ini.

Meir Javendar, pengamat Timur Tengah yang saat ini bekerja sebagai Analis Ekonomi dan politik disebuah Perusahaan di Israel mengatakan, pemecatan ini bermula dari kekecewaan Mottaki atas penunjukan empat orang utusan luar negeri Iran oleh Ahmadinejad. Mottaki juga dikabarkan meninggalkan permasalah senjata yang disita oleh pemerintah Nigeria, diduga senjata ini dikirim oleh Korps pengawal revolusi Islam (IRGC) dari Iran.

Javendar juga menambahkan, "Antara Ahmadinejad dan Mottaki sudah memiliki ketegangan hubungan yang cukup lama, dikarenakan Ahmadinejad terlalu sering mengambil alih kebijakan luar negri dan tidak mendengarkan nasehat-nasehat dari para penasihat luar negeri nya.

Ini bukan kali pertama Ahmadinejad melakukan pemecatan terhadap para pejabat bawahan luar negri nya, Pada Tahun 2007, Ahmadinejad memcat kepala Badan keamanan Nasional Iran, Ali Larijani. dan posisi tersebut kemudian digantikan oleh Said Jalili.

Pemilihan pejabat Menteri Luar negeri secara permanen akan dilakukan oleh parlemen beberapa waktu yang akan datang.