Jumlah Pengujung

Minggu, 17 April 2011

Pos Jaga Tentara Aljazair di serang kelompok Militan, 13 tewas.

Revolusi Konstitusi menuju demokrasi yang bebas dan adil ternyata tidak selamanya berjalan mulus sesuai dengan apa yang diinginkan. Aljazair dapat kita jadikan bukti bahwa masih ada beberapa kelompok-kelompok tertentu yang tidak menginginkan revolusi menuju demokrasi tersebut.

Seperti yang dilaporkan oleh VoA International. Telah terjadi penyerangan yang dilakukan oleh beberapa orang anggota kelompok militan terhadap pos penjagaan pasukan keamanan pemerintah Aljazair di sebelah timur kota Algiers. Penyerangan terjadi pada hari jumat, tanggal 16 April 2011 kemarin.

Penyerangan ini menewaskan 13 tentara keamanan Aljazair dan 1 orang anggota kelompok militan.

Penyerangan pada hari jumat itu, bertepatan dengan saat Presiden Aljazair, Abdulaziz Bouteflika mengadakan pidato kepresidenan untuk membicarakan rencana nya untuk merubah konstitusi Aljazair menuju demokrasi yang bebas dan Adil.

Kebijakan merubah konstitusi ini dilakukan oleh Bouteflika setelah dia mendapat banyak tekanan dari kelompok-kelompok Pro Demokrasi yang menyuarakan reformasi di Aljazair.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Pada hari selasa yang lalu ribuan orang melakukan aksi demonstrasi di sekitar istana kepresidenan Aljazair di kota Algiers. Para Demonstran meminta Pemerintah untuk segera melakukan reformasi konstitusi Aljazair secara menyeluruh.

Kembali kepada permasalahan Penyerangan tadi, Setelah melakukan upaya penelusuran jejak beberapa penyerang. Pasukan keamanan Aljazair mendapat informasi bahwa para Militan yang menyerang Pos Tentara Aljazair pada jumat malam yang lalu berasal dari daerah Yakouren. sekitar 130 Kilometer dari Ibukota. Yakouren diketahui sebagai basis persembunyian beberapa anggota jaringan terorisme Al Qaida.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar