Krisis Politik di libya tampak nya belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Ini terkait dengan serangan udara pasukan NATO di ibukota Tripoli yang terjadi pada tanggal 25 April 2011 pada hari senin kemarin.
Menurut sumber yang saya himpun, ada 2 bom dengan ukuran besar dijatuhkan disekitar wilayah kompleks pemimpin libya di Bab al Aziziya. Salah seorang pejabat Libya mengatakan bahwa ada sekitar 45 orang terluka pada penyerangan ini. Namun sampai saat ini, belum ada laporan yang menginformasikan bahwa terdapat korban jiwa dalam serangan udara ini.
Setidaknya terdapat 1 bangunan kompleks yang hancur akibat serangan ini. Bangunan ini biasanya berfungsi sebagai tempat pertemuan para menteri dan Pertemuan lainnya. Namun sampai saat berita ini di himpun, belum ada tanda-tanda akan keberadaan Ghadafi di wilayah kompleks tersebut saat peyerangan terjadi.
Sementara itu, peperangan antara pasukan pemerintah dengan pasukan oposisi masih terus berlangsung di kota Misrata. Pasukan Pemerintah melancarkan serangan bom dan roket mereka di kota itu sejak hari sabtu yang lalu. dan menurut informasi, pertempuran berdarah ini telah menewaskan sedikitnya 32 orang.
Aksi serangan roket pemerintah terhadap pemberontak di misrata ini menuai kecaman dari berbagai pihak, terkait janji pemerintah Ghadafi untuk menghentikan serangan di misrata sejak awal minggu yang lalu.
Kemudian , kecaman tersebut dijawab oleh Wakil Menteri Luar negeri Libya, Khaled Kaim. Dia mengatakan bahwa pasukan pemerintah memang akan menghentikan serangan di misrata. Namun Pasukan tidak akan meninggalkan kota misrata sampai negosiasi dapat berjalan lancar dan mendapatkan kesepakatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar